“Jika lokasi dekat dengan pusat kota, biaya material akan lebih murah,” tambah Angga.
Menurutnya, proyek ini juga akan berkolaborasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kalsel dalam menangani RTLH, yang diharapkan dapat memperbaiki kondisi atap, lantai, dan dinding rumah warga.
Dengan adanya tangki septik, diharapkan masyarakat tidak lagi buang air besar sembarangan, sehingga dapat menurunkan angka stunting pada anak-anak.
“Dengan perhatian terhadap sanitasi yang lebih baik, kesehatan masyarakat akan meningkat, dan pada gilirannya, kecerdasan anak-anak juga akan terangkat,” ungkap Angga.
Satu unit tangki septik diperkirakan akan memerlukan biaya antara 15 juta hingga 20 juta rupiah, tergantung pada kondisi lokasi.
“Dengan program ini, diharapkan MBR dapat menikmati lingkungan yang lebih sehat dan terjamin, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (MC Kalsel)
Editor Restu







