WARTABANJAR.COM, TASIKMALAYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan usai belasan pelajar di Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, diduga mengalami keracunan makanan pada Rabu (1/5/2025). Para korban bahkan harus dilarikan ke rumah sakit akibat kondisi yang memburuk.
Insiden serupa juga terjadi di Kota Bandung pada hari yang sama. Sebanyak 342 siswa SMP Negeri 35 dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program MBG.
Kejadian ini menambah panjang daftar kasus keracunan massal yang terkait dengan program nasional yang semestinya memberikan asupan gizi untuk pelajar. Sayangnya, berbagai insiden menunjukkan adanya celah serius dalam pengawasan dan keamanan pangan.
“Kenapa Makan Bergizi Gratis malah terasa seperti Makan Beracun Gratis?” begitu komentar warganet yang menyayangkan lemahnya kontrol kualitas dalam program ini.
Diketahui, sejak Oktober 2024, sudah lebih dari 10 kasus serupa terjadi di berbagai daerah, termasuk di Nganjuk, Sukoharjo, Cianjur, hingga Nunukan.
Dengan kejadian yang terus berulang, publik pun mendesak pemerintah agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG. Jangan sampai program yang tujuannya menyehatkan malah justru membahayakan para penerima manfaatnya.
1. Daftar Kasus Keracunan MBG
Sejak Oktober 2024 hingga awal Mei 2025, setidaknya 11 insiden keracunan massal terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tercatat di berbagai daerah:
2 Okt 2024, Nganjuk, Jatim
17 Jan 2025, Sukoharjo, Jateng
19 Jan 2025, Nunukan, Kaltara
21 Feb 2025, Pandeglang, Banten
24 Feb 2025, Waingapu, NTT
14 Apr 2025, Batang, Jateng
21 Apr 2025, Cianjur, Jabar
23 Apr 2025, Bombana, Sultra
29 Apr 2025, Karanganyar, Jateng
1 Mei 2025, Kecamatan Rajapolah, Tasikmalaya (25–400 pelajar)
1 Mei 2025, SMPN 35 Bandung (342 siswa)
BACA JUGA:Bayar Tagihan Air Tepat Waktu, Triswanto Raih Hadiah Motor dari PAM Bandarmasih
2. Apa Penyebab Utama?







