Topi Prabowo Jadi Kenangan Terindah Bagi Syaifudin di Hari Buruh

“Kami numpang truk sampai Cikampek, lalu jalan kaki lagi,” ujarnya sambil memegang erat foto anaknya yang diselipkan di balik ID card. Matanya berbinar ketika Presiden menyebutkan janji revisi UU Ketenagakerjaan.

“Bu Ria nanti bisa beli sepatu baru untuk anak tanpa harus utang lagi, ya?” goda temannya, disambut tawa yang berbaur harap.

Di sudut lain, sekelompok buruh membentuk lingkaran. Mereka bukan sedang berorasi, tapi berdoa bersama.

“Ya Allah, berikan kekuatan pada pemimpin kami untuk mendengar suara kami yang kecil,” pimpin salah seorang di antara mereka. Hendi yang tadi menangis, kini ikut bersila, mengamini doa itu dengan khusyuk.

Sementara itu, di tenda medis, seorang buruh berusia 50 tahun pingsan karena kelelahan. Tapi saat sadar, pertanyaan pertamanya adalah, “Presiden masih di sana? Saya belum dengar pidatonya…” (atoe/biro setpres)

Editor Restu