Buaya yang ditangkap warga sudah dalam kondisi mati saat dikuburkan. Agus memahami reaksi warga yang panik, tetapi ia menekankan belum bisa dipastikan apakah buaya tersebut memang pelaku serangan.
Hingga kini, belum ada laporan baru soal serangan buaya di daerah tersebut. Namun, masyarakat diminta tetap waspada karena Batakan dan Sanipah merupakan habitat alami buaya. Satwa bisa muncul ke permukiman jika merasa terusik.
BKSDA juga telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan agar daerah rawan konflik seperti Batakan bisa memiliki kandang jebak sendiri. Bahkan, diharapkan jumlahnya bisa lebih dari satu agar respons lebih cepat saat konflik terjadi.
“Kami sudah sampaikan desain kandangnya ke Pak Camat sebagai antisipasi jangka panjang. Kami tetap siap membantu, tapi perlu dukungan dari pemerintah daerah dalam pengadaan fasilitas,” ujar Agus.(Wartabanjar.com/Gazali)
editor: nur muhammad







