Politisi dari Partai Demokrat ini menyebutkan bahwa sejumlah sekolah di Banjarmasin juga telah mengajukan permohonan perbaikan. Namun karena keterbatasan anggaran, tidak semua bisa langsung dipenuhi.
“Memang ada defisit anggaran, jadi perbaikannya bertahap. Tapi SDN Karang Mekar 1 dan SDN Mawar 7 termasuk prioritas tahun ini,” ungkapnya.
Sementara menunggu perbaikan rampung, pihak sekolah terpaksa menerapkan sistem belajar bergantian pagi dan siang. Meski bukan solusi ideal, langkah ini diapresiasi oleh Masriyah.
“Itu bentuk tanggung jawab para guru dan Dinas Pendidikan agar anak-anak tetap bisa belajar meski dalam keterbatasan,” papar Masriyah.
Orang tua murid juga memakluminya, karena keselamatan adalah yang utama,” tandasnya. (Ramadan)
Editor Restu







