Kue Tradisional Indonesia ini Camilan Favorit Paus Fransiskus Semasa Hidupnya, Juga Populer di Argentina

Empanada adalah makanan pokok pada pertemuan, perayaan, dan acara keagamaan, dihargai karena rasanya, mudah dibawa, dan keragaman daerahnya.

Popularitasnya terus berkembang, membawa warisan budaya dalam setiap gigitannya.

BACA JUGA: NERAKA DI TENGAH ISRAEL: Kobaran Api Landa Beit Shemesh, Ribuan Orang Dievakuasi

Kue Empanada di Indonesia

Di Indonesia, Empanada atau Panada juga populer sebagai salah satu jajanan rakyat, kerap dijual di banyak toko kue, juga kerap dijadikan santapan di acara-acara tertentu.

Panada di Indonesia menjadi salah satu kue tradisional Manado, Sulawesi Utara.

Mengutip Wikipedia, ada yang mengatakan kue ini merupakan pengaruh kuliner Belanda, atau juga mengatakan kue ini merupakan pengaruh kuliner Portugis karena bentuknya yang mirip kue pastel.

Akan tetapi, diyakini kue ini merupakan pengaruh kuliner Spanyol karena sangat mirip dengan kue Empanada.

Kue panada ini seperti roti goreng/donat (yang membedakan adalah penggunaan santan sebagai pengganti air dalam proses pembuatannya), diisi dengan ikan cakalang yang dibuat menjadi bumbu pampis.

Bumbu pampis adalah ikan cakalang dimasak dengan bawang merah, daun jeruk, kemangi, cabai merah, dan daun bawang, sedangkan ikannya disuwir kecil-kecil.

Pembuatan panada terdiri atas bahan dan isi, kemudian digoreng dalam minyak goreng hangat.

Kue panada bukan berasal dari kuliner Belanda, melainkan dari bangsa Spanyol/Portugis yang datang ke Minahasa (Sulawesi Utara) beberapa abad yang lalu.

Dalam bahasa mereka, panada disebut empanada, berarti yaitu isian makanan (ikan dll.) yang dibungkus roti.

Baca Juga :   WASPADA! ‘Super Flu’ Subclade-K Menyebar di Indonesia, 62 Kasus Terdeteksi Sejak Agustus 2025

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca