Pada kegiatan ini masing-masing POPT menyampaikan hasil temuan mereka di lapangan.
Beberapa temuan yang menjadi perhatian antara lain serangan hama wereng pada tanaman padi, hama tikus dan pasca banjir.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius mengingat padi merupakan komoditas pangan utama dan tulang punggung perekonomian sebagian besar masyarakat Kabupaten Banjar.
Tikus tidak hanya memakan batang dan bulir padi yang sedang berkembang, tetapi juga merusak sistem perakaran, melemahkan tanaman secara keseluruhan.
Sementara itu, penyakit tungro, yang disebabkan oleh virus dan ditularkan oleh wereng hijau, dapat menghambat pertumbuhan tanaman padi, menyebabkan kerdil, dan bahkan gagal panen total jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
BACA JUGA: NERAKA DI TENGAH ISRAEL: Kobaran Api Landa Beit Shemesh, Ribuan Orang Dievakuasi
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Kepala BPTPH Provinsi Kalimantan Selatan, Lestari Fatria Wahyuni dan POPT se-Kabupaten Banjar. (mc banjar)
Editor: Yayu







