Hasnur Group Dukung Haul ke-132 Syekh Mufti H Muhammad Amin

“Ini bagian dari warisan spiritual dan sosial masyarakat Banua yang harus dijaga,” tambahnya.

Pria yang juga dikenal sebagai pemilik klub Barito Putera ini menyempatkan diri untuk berziarah ke makam Datu Amin sebelum menyerahkan bantuan.

“Kami bersyukur bisa terus diberi kepercayaan untuk berkontribusi dalam kegiatan penuh berkah ini. Semoga pelaksanaannya berjalan lancar dan memberi manfaat luas,” ujarnya.

Diketahui Datu Amin, beliau lahir sekitar tahun 1840-an dan wafat pada sekitar 1897. Ulama besar ini berasal dari Benua Anyar, Banjarmasin, dan merupakan keturunan dari keluarga terpandang, yakni anak dari Shalihah binti Qadhi Muhammad Saad.

Ia diangkat menjadi Mufti Tua di Kuin tahun 1876 dan menjabat sebagai Mufti Banjarmasin hingga 1896, di masa-masa sulit ketika Kesultanan Banjar berada di bawah tekanan penjajah Hindia Belanda.

Salah satu kisah heroiknya adalah saat beliau lolos dari upaya penangkapan oleh Belanda dengan bersembunyi di dalam lubang pepahatan kayu ulin.

Sebelum wafat, beliau sempat mewariskan amanah kepada Syekh Jamaluddin Al-Banjari (Datu Surgi Mufti) untuk melanjutkan perannya sebagai mufti, yang kemudian diresmikan pada tahun 1989. (Ramadan)

Editor Restu