Diluncurkan di negara-negara mayoritas Muslim pada tahun 2019, program ini memungkinkan para jemaah haji untuk memenuhi semua persyaratan visa, bea cukai, dan kesehatan di satu tempat, di bandara asal, dan menghemat waktu tunggu yang lama sebelum dan setelah tiba di Kerajaan.
Saat tiba di Arab Saudi, WNI akan dibantu oleh lebih dari 4.000 petugas haji yang ditempatkan di Jeddah, Madinah, dan Makkah.
Setiap kloter akan dibantu oleh empat petugas, termasuk tenaga medis, setiap saat, kata Nasrullah Jasam, yang mengepalai Panitia Penyelenggara Haji Indonesia di Arab Saudi.
“Di lapangan, petugas juga dibagi ke berbagai sektor. Mereka bertugas melayani para jamaah terkait akomodasi, transportasi, dan makanan,” kata Jasam kepada Arab News.
“Petugas haji kami telah menjalani bimbingan teknis di Jakarta dan sekarang sedang mempersiapkan diri untuk hal yang sama di Arab Saudi … kami siap.” (Berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







