WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Sayembara logo Hari Jadi ke-26 Kota Banjarbaru menjadi perbincangan hangat. Bukan karena desainnya yang memukau, melainkan karena kontroversi yang menyertainya.
Di media sosial, melalui unggahan akun Instagram @herdinayao dan @novyandisaputra mengangkat tajuk “Banjarbaru & Darurat Kreatif”.
Komentar warganet pun ramai membanjiri unggahan tersebut. Ada yang menyebut desain logonya ketinggalan zaman, hingga mempertanyakan objektivitas dewan juri.
Herdi, salah satu pegiat kreatif lokal, mengaku kecewa. Ia menyebut sistem penjurian masih tertutup dan tidak banyak berubah dari tahun sebelumnya.
“Kenapa logo pemenangnya tidak diunggah lengkap? Harusnya ada penjelasan makna, detail visual, dan alasan kenapa itu yang dipilih,” ungkapnya pada wartabanjar.com, Rabu (16/4/2025).
Ia juga menyoroti kemiripan logo pemenang dengan desain lain yang telah beredar di internet. “Ada kemungkinan logo ini bukan karya orisinal, hanya dimodifikasi dengan ikon tugu dan sedikit motif tambahan,” lanjutnya.
Lebih jauh, Herdi menekankan pentingnya melibatkan juri yang memang kompeten di bidang desain. “Jangan sampai penilaian hanya berdasarkan selera pribadi orang yang bahkan tidak mengerti desain,” tegasnya.
Sementara itu, akademisi Novyandi Saputra juga menyampaikan keprihatinan yang serupa. Ia menilai pemilihan logo kerap kali mengabaikan prinsip dasar dalam desain komunikasi visual.







