53 Sekolah Rakyat Siap Diresmikan! Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum Khusus Warga Miskin
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, SUMEDANG – Presiden Prabowo Subianto menargetkan peresmian 53 sekolah rakyat dalam waktu tiga bulan ke depan sebagai bagian dari program pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat miskin. Menyambut target tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah menyiapkan kurikulum khusus dan strategi pengajaran yang lebih inklusif.
Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat melakukan kunjungan kerja ke SMK Muhammadiyah 1 Sumedang, Jawa Barat, pada Sabtu (12/4/2025), sebagaimana dikutip dari Beritasatu.com.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program sekolah rakyat akan difokuskan pada dua aspek penting, yakni penyusunan kurikulum khusus dan rekrutmen tenaga pengajar. Sementara itu, penentuan lokasi serta jumlah sekolah akan ditangani oleh Kementerian Sosial.
BACA JUGA:
“Targetnya ada 53 sekolah rakyat yang akan diresmikan dalam waktu tiga bulan. Kami fokus pada kurikulum dan perekrutan guru. Lokasi dan jumlah pastinya merupakan kewenangan Kementerian Sosial,” jelasnya.
Inovasi: Sistem Masuk-Keluar Fleksibel dan Kenaikan Berdasarkan Capaian
Salah satu inovasi dalam program sekolah rakyat adalah diterapkannya sistem multi-entry multi-exit, di mana siswa dapat mulai belajar kapan saja tanpa harus menunggu tahun ajaran baru. Kenaikan tingkat siswa pun didasarkan pada capaian pembelajaran, bukan usia atau lamanya belajar.
“Dengan sistem ini, siswa belajar sesuai kemampuan masing-masing. Mereka naik tingkat berdasarkan capaian belajar, bukan waktu atau usia,” tambah Abdul Mu’ti.
Program ini dirancang untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan dari layanan pendidikan formal, termasuk anak-anak putus sekolah, warga kurang mampu, hingga masyarakat di daerah terpencil.
Pendidikan Fleksibel dan Inklusif
Sekolah rakyat diharapkan menjadi solusi pendidikan yang fleksibel, adaptif, dan inklusif. Dengan kurikulum yang disesuaikan, program ini menargetkan peningkatan akses pendidikan sekaligus mendorong pengembangan kompetensi berbasis kebutuhan masyarakat.(Wartabanjar.com/Beritasatu.com)
editor: nur muhammad