Sementara itu, Manager ULTG Bandarmasih, Aditya Lanang Estu, menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan penuh demi percepatan pemulihan.
“ULTG Bandarmasih memberikan bantuan operasional dengan pembongkaran travers ini agar unit lain yang membutuhkan bisa segera melanjutkan proses perbaikan,” ujar Aditya.
Sementara di Muara Teweh, tim ULTG setempat bekerja tanpa henti untuk memperbaiki jaringan yang terdampak.
Target Pulih Dalam 84 Jam
Target pemulihan kelistrikan diperkirakan memakan waktu 84 jam sejak gangguan terjadi.
Pengiriman travers pengganti dari Banjarmasin menjadi langkah strategis dalam mempercepat proses perbaikan dan mengurangi dampak pemadaman bagi masyarakat.
Riko menambahkan, bahwa sinergi dan kesiapsiagaan personel PLN menjadi kunci utama menangani gangguan kelistrikan, terutama dalam kondisi darurat seperti ini.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi tim di lapangan yang tetap bekerja di tengah libur Lebaran. Semangat melayani tanpa henti inilah yang menjadi bukti komitmen PLN untuk selalu hadir bagi masyarakat,” tutupnya.
Dengan langkah cepat yang telah dilakukan, PLN optimistis pasokan listrik di wilayah Buntok-Teweh dapat segera kembali normal sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman. (rls)
Editor: Yayu







