WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Gerak cepat alias gercep dilakukan Wali Kota Banjarmasin HM Yamin usai mendapat surat balasan dari Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen-LH) terkait TPA Basirih. Demi menuntaskan permasalahan sampah di Kota Banjarmasin, Wali Kota pun langsung mendatangi TPA Basirih setelah Kemen-LH memberi sinyal mengizinkan beroperasi kembali. Jumat (11/4/2025) siang, selesai shalat Jumat, orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai ini, bergerak menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih. "25 Maret kita kirim surat dan 27 Maret mendapatkan jawaban dari Kementerian Lingkungan Hidup, kita boleh melakukan aktifitas di TPA Basirih, yakni hanya sebatas melakukan perbaikan TPA dan saluran air limbahnya," jelasnya. Baca juga:Warga Puji Upaya Wali Kota HM Yamin Percepat Atasi Darurat Sampah Kendati mendapatkan ijin, ia mengaku tetap berkoordinasi dengan pihak berwajib. "Meski sudah diperbolehkan beraktivitas, kita juga tetap melakukan koordinasi dengan pihak Gakkumdu, penegak hukum," ujarnya. Selain itu, ia juga mengaku sudah melakukan koordinasi dengan DLH Provinsi Kalimantan Selatan. "Kalau kita serius, DLH Provinsi Kalsel siap melakukan pengawasan dan pemantauan, untuk memastikan tidak adanya lagi aktivitas membuang sampah," kata Wali Kota. Tak hanya itu, ia juga menegaskan kepada SKPD terkait, seperti Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin agar aset (alat berat) yang sudah hampir puluhan tahun yang sudah tidak berfungsi lagi, agar jangan ditumpuk di TPA Basirih. "Ngapain dijadikan tumpukan sampah disini, ya ini harus kalau memang bisa dengan sesuai aturan dan sop-nya untuk penghapusan ataupun pelelangan agar tidak menjadi sampah disini, nah ini masih bisa bermanfaat mungkin bagi orang-orang, apakah dipotong atau seperti apa, jadi dilelanglah seperti apa jadi jangan dibiarkan tumpukan-tumpukan yang malah makan tempat disini dan tidak bisa beraktivitas," ujarnya. Ia juga menegaskan, agar Perusahaan Daerah Air Limbah Kota Banjarmasin, bisa secepatnya menangani permasalahan sanitasi yang ada di TPA Basirih. "Kita juga masih menunggu hasil laboratorium, kabarnya Kamis, mudah-mudahan bisa dimajukan karena saya telepon ke laboratorium bisa Senin nanti hasilnya, mudahan bagus dan harapannya hasil yang realnya aja. Kalau semakin bagus maka berarti kita berhasil, dan ada beberapa juga dengan menambahkan Eko enzim untuk menetralisirnya." Tutupnya. (Erna Djedi/hms)