“Jadi, kalau hutan mangrove itu jika dibandingkan dengan hutan di darat, lima hektare mangrove di darat sama dengan 1 hektare mangrove karena mangrove sangat menyerap karbon storid,” ungkapnya.
Dislutkan Kalsel juga telah memulai proses perhitungan dan verifikasi jumlah karbon di kawasan pesisir.
Meskipun demikian, Rusdi menyebut bahwa tahun ini fokus utamanya tetap pada sektor kehutanan.
Ia juga mengungkapkan bahwa konsultasi dengan kementerian terkait telah dilakukan, meskipun implementasinya belum terealisasi sepenuhnya.
Upaya rehabilitasi mangrove ini tidak hanya bertujuan untuk memulihkan ekosistem pesisir, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat melalui peningkatan hasil perikanan.
“Nelayan sangat merasakan dampak positif dengan hidup berkembangnya mangrove di wilayah pesisir, juga berpengaruh pada hasil tangkapan ikan dan kepiting,” kata Rusdi.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, diharapkan upaya rehabilitasi mangrove di Kalsel dapat berjalan efektif dan berkelanjutan, demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. (mc kalsel)
Editor: Yayu







