WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Keterbatasan sarana dan prasarana, serta kesadaran untuk pengelolaan sampah masih menjadi PR besar dalam mengatasi permasalahan sampah yang terjadi di Kota Banjarmasin.
Hal tersebut diungkapkan oleh, Ketua Umum Asosiasi Bank Sampah Indonesia, Wildayanti, kepada awak media, setelah melakukan pemaparan terkait pengelolaan sampah, di Balai Kota Banjarmasin, Jumat (4/4) sore.
Wilda mengatakan, agar pengelolaan sampah bisa maksimal seluruh aspek dan komponen, baik dari sarana prasarana, peran pemerintah hingga kesadaran masyarakat harus berjalan dengan baik.
Baca juga:Arus Balik Lebaran 2025, Ratusan Penumpang dari Jawa Berdatangan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin
Lebih lanjut, kata Wilda, apabila nantinya seluruh aspek tersebut bisa terpenuhi, maka permasalahan sampah yang ada di Banjarmasin saat ini bisa cepat terselesaikan.
“Saya percaya, dengan melihat komitmen yang ada. Bukan tidak mungkin dalam waktu 2 bulan akan ada perubahan signifikan dalam hal pengelolaan dan penanganan sampah di Banjarmasin,” ujar Wilda.
“Namun untuk mencapai hal tersebut, tentu banyak hal yang masih harus dilakukan. Mulai dari pemenuhan sarana dan prasarana yang proper untuk mengelola sampah, dan juga yang lainnya,” lanjutnya.
Wilda menuturkan, yang paling terpenting adalah kesadaran masyarakat, minimalnya bisa melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.
“Sehingga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, sosialisasi dan pelatihan yang gencar dan masif harus dilakukan di Kota Banjarmasin,” tutur Wilda.
Baca juga:China Membalas! Terapkan Tarif Impor dengan Besaran yang Sama Terhadap Amerika







