Harga Laptop dan Gadget Bakal Naik Gegara Kebijakan Tarif Donald Trump

Menurut Miller, perusahaan teknologi kini dihadapkan pada dua pilihan: menyerap beban tarif dengan menurunkan margin laba atau membebankan biaya ke konsumen.

“Jika memilih opsi kedua, harga barang akan naik sekitar 20%,” ujarnya. Barang dengan margin rendah seperti alat bantu dengar bisa melonjak hingga 50%.

Indonesia berpotensi terdampak secara langsung maupun tidak langsung.

Selain kenaikan harga gadget impor, tekanan tarif ini juga bisa menurunkan daya saing produk ekspor Indonesia berbasis komponen elektronik seperti kabel, panel, atau produk OEM yang terhubung ke rantai pasok global.

IDC memperkirakan semua kategori perangkat akan terdampak, meskipun smartphone diprediksi lebih tahan karena pola pembayaran cicilan bulanan yang sudah mapan.

Jika tak ada pengecualian tarif atau perubahan kebijakan, harga perangkat yang dirakit di China dan Vietnam – seperti iPhone, laptop merek besar, hingga smartwatch – kemungkinan akan naik mulai September 2025.

Miller menyarankan konsumen membeli sebelum musim gugur: “Kalau laptop Anda sudah tua dan dirakit di China, lebih baik beli sekarang.” (Berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi