Saat ini, terdapat sekitar 60 tukang ojek yang tergabung sebagai anggota, meskipun yang aktif hadir setiap hari berkisar antara 20 hingga 30 orang.
Ia menekankan pentingnya perawatan dan pengelolaan tempat wisata ini agar tetap menarik dan nyaman bagi pengunjung.
Sementara itu, salah satu pengunjung, Arif Budi dari Kintap, mengaku sengaja datang ke Air Terjun Bajuin bersama keluarga setelah bersilaturahmi di Pelaihari. Ini adalah kunjungan keduanya ke tempat wisata tersebut.
“Saya suka suasana pegunungan dan udara segarnya. Harga tiket masuk juga wajar, Rp10.000 per orang,” kata Arif.
Ia juga menilai bahwa kondisi Air Terjun Bajuin saat ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Fasilitas seperti toilet ada yang baru, dan akses ke lokasi juga lebih mudah. Ini membuat pengalaman berwisata semakin nyaman,” tambahnya.
Dengan meningkatnya jumlah pengunjung saat libur Lebaran, harapan besar tertuju pada pemerintah daerah agar terus mengembangkan dan merawat wisata alam ini demi mendukung perekonomian masyarakat sekitar. (Gazali)
Editor Restu







