Terjadi 2 Gerhana di Ramadhan 1446 H ini, Bisa Dilihat di Sejumlah Negara

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Terjadi dua kali gerhana di Ramadhan 1466 Hijriyah, namun peristiwanya tidak di Indonesia.

Kedua gerhana itu adalah Gerhana Bulan Total dan Gerhana Matahari Sebagian.

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin menerangkan bahwa dua fenomena gerhana di bulan Ramadhan itu akan terjadi secara bergantian.

Gerhana Bulan Total terjadi pada 14 Maret 2025, sedangkan Gerhana Matahari Total pada 29 Maret 2025,” katanya.

Gerhana Bulan Total 14 Maret 2025

Mengutip laman BRIN, Rabu (26/3/2025), Gerhana Bulan Total adalah fenomena terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak sampai ke Bulan.

Peristiwa ini terjadi ketika Matahari-Bumi-Bulan berada di posisi sejajar.

Gerhana Bulan Total terjadi akibat pergerakan posisi Bulan-Matahari-Bumi yang sejajar sehingga membuat Bulan masuk ke umbra Bumi.

Saat puncak Gerhana Bulan Total terjadi, bulan akan terlihat berwarna merah.

Hal ini karena spektrum warna dengan panjang gelombang lebih pendek seperti ungu, biru dan hijau dihamburkan ke angkasa, sedangkan spektrum dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah, jingga dan kuning diteruskan ke pengamat.

Namun, Gerhana Bulan Total juga bisa menyebabkan Bulan seolah berwarna kecoklatan jika partikel seperti debu vulkanik ikut menghamburkan cahaya.

Gerhana Matahari Sebagian

Sementara itu, Gerhana Matahari Sebagian terjadi ketika Bulan lewat di antara Matahari dan Bumi, tetapi tidak sejajar dengan sempurna.

Lantaran hanya sebagian Matahari yang tertutup, gerhana ini menghasilkan bentuk serupa Bulan sabit.

Baca Juga :   Khutbah Terakhir Sang Imam! Wafat di Mimbar Masjid Saat Ucap Syahadat saat Salat Jumat di Maroko

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca