Menurut Sultan, klaim bahwa rendang 200 kg hilang dan diambil warga tanpa sisa menimbulkan persepsi buruk terhadap masyarakat Palembang. Padahal, dalam adat setempat, tata krama dalam makan sangat dijunjung tinggi, terutama dalam menjamu tamu.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Sultan meminta Willie Salim untuk meminta maaf secara terbuka di hadapan Majelis Adat Kesultanan Palembang Darussalam.
Selain itu, ia juga diwajibkan mengikuti ritual tepung tawar sebagai simbol penebusan kesalahan.
Tak hanya itu, Sultan juga mendukung langkah hukum yang sedang ditempuh terhadap kasus ini.
Menurut Sultan, Kasus rendang 200 kg hilang bukan sekadar persoalan konten viral, tetapi telah menyentuh harga diri masyarakat Palembang. (Ang)

