Tak hanya soal duel, mereka juga kuat dalam hal tekel (17), intersep (7), dan sapuan (37).
“Pertandingan ini berjalan persis seperti yang mereka inginkan: pertarungan dengan banyak duel dan banyak duel udara. Dan jika kami bermain sepak bola udara melawan mereka 10 kali, mereka menang sembilan kali,” kata pelatih asal Belanda itu.
Kekalahan ini menjadi kekalahan kedua Liverpool dalam sepekan dalam pertandingan penting setelah dikalahkan PSG dengan adu penalti di babak 16 besar Liga Champions.
Slot menyebut ini sangat mengecewakan, namun ia mengatakan pekan ini tak terlalu buruk karena di waktu yang sama mereka berhasil memperlebar jarak dengan Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris menjadi 12 poin.
“Minggu yang berat, tetapi juga minggu di mana kami memperlebar keunggulan di Liga Primer menjadi 12 poin dari sebelumnya 10, jadi tidak semuanya negatif. Namun, dua pertandingan terakhir jelas bukan seperti yang kami inginkan,” kata dia.
Baca juga:Liverpool vs Newcastle di Final Carabao Cup 2025 Malam Ini: Menatap Gelar Juara Pengobat Kecewa
Ini merupakan trofi pertama yang dimenangkan Newcastle sejak terakhir kali memenangkan Piala Inter-Cities Fairs 1969.
Trofi ini juga mengakhiri penantian panjang mereka dalam meraih kejuaraan domestik selama 70 tahun setelah terakhir kali memenangi Piala FA pada 1955.(inl/berbagai sumber)
Editor: purwoko







