WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Liverpool resmi tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 0-4 dari Paris Saint-Germain. Manajer Arne Slot meluapkan kekecewaannya, menyoroti kegagalan anak asuhnya memanfaatkan peluang, cedera Hugo Ekitike, serta keputusan VAR yang dianggap merugikan tim.

Kekalahan Telak dari PSG

Liverpool harus mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions musim ini setelah kalah agregat 0-4 dari Paris Saint-Germain. Kekalahan ini memastikan The Reds tidak mampu melangkah ke semifinal, sebuah hasil yang mengecewakan bagi klub yang memiliki tradisi kuat di kompetisi Eropa.

Arne Slot Meluapkan Kekecewaan

Manajer Liverpool, Arne Slot, tidak menutupi rasa frustrasinya. Dalam konferensi pers usai pertandingan, ia menyoroti sejumlah faktor yang membuat timnya gagal bersaing. Slot menilai anak asuhnya tidak mampu memanfaatkan peluang emas yang tercipta, sehingga momentum pertandingan hilang begitu saja.

Cedera Hugo Ekitike

Selain masalah efektivitas serangan, Slot juga menyinggung cedera parah yang dialami Hugo Ekitike. Striker muda itu harus ditarik keluar lebih awal, dan kondisi tersebut semakin memperburuk situasi Liverpool yang sudah tertinggal. Kehilangan Ekitike membuat lini depan The Reds kehilangan daya dobrak.

Kontroversi VAR

Slot juga menyoroti keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang menurutnya merugikan Liverpool. Beberapa momen krusial dianggap tidak berpihak kepada timnya, sehingga memperbesar rasa frustrasi. Kritik terhadap VAR ini menambah daftar panjang kontroversi teknologi tersebut di kompetisi Eropa.

PSG Melanjutkan Dominasi

Di sisi lain, kemenangan ini menegaskan dominasi PSG di bawah asuhan Luis Enrique. Klub asal Prancis itu berhasil mencapai semifinal Liga Champions untuk ketiga kalinya secara beruntun, sebuah pencapaian yang menunjukkan konsistensi mereka di level tertinggi.

Fokus ke Kompetisi Domestik

Dengan tersingkirnya Liverpool dari Liga Champions, Slot kini harus mengalihkan fokus ke kompetisi domestik. The Reds masih memiliki peluang di Premier League, namun tekanan semakin besar bagi sang manajer untuk memberikan hasil positif demi menjaga kepercayaan suporter. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar