WARTABANJAR.COM – Ramadan telah memasuki pertengahan bulan, yang artinya tinggal setengahnya kita akan berpisah dengan bulan suci yang penuh rahmat dan ampunan ini.
Mengutip dari khutbah Jumat KH M Firdaus BA MA PhD, anggota Komisi Fatwa MUI Kota Tangerang yang dilansir MUI Digital, Ramadan diibaratkan seperti tamu yang agung, datang menyapa kita dengan membawa banyak kemulian dan kebaikan.
Allah menjanjikan di dalamnya ampunan dosa, membebaskan hamba-hambaNya yang beriman dari neraka.
Setiap amal kebaikan dilipat gandakan, peluang dan potensi beramal baik pun dimudahkan, karena pada bulan ini Allah SWT membuka seluruh pintu-pintu surga, sehingga fitrah orang-orang yang beriman akan bersegera menyambut setiap amal yang akan mendekatkan dia kepada-Nya.
Setan dan jin pendurhaka pun dibelenggu, sehingga bisikan-bisikan buruk mereka tidak mengotori amal dan ibadah hamba-hamba Allah yang beriman.
Masih mengutip dari MUI Digital, dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Pada malam pertama Ramadlan syetan-syetan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satupun pintu yang tertutup, serta seorang penyeru menyeru, wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah (kepada ketaatan), wahai yang mengharapkan keburukan/maksiat berhentilah, Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam Ramadlan.” (HR at-Tirmidiz dan Ibnu Majah).
Hadits di atas mengisyaratkan bahwasanya Ramadhan bukanlah bulan yang biasa-biasa saja, kemulian yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya.

