Bagiawan juga mengapresiasi BPBD Provinsi Kalsel yang telah menyusun dokumen kontingensi Karhutla untuk periode 2025-2027, dokumen ini berisi strategi dan langkah-langkah yang akan menjadi acuan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan secara efektif.
“Kami berharap tidak terjadi Karhutla yang meluas seperti yang pernah terjadi sebelumnya, karena dampaknya sangat besar, baik terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas penerbangan, maupun hubungan dengan negara tetangga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pemprov Kalsel berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi dalam pencegahan serta penanggulangan Karhutla di Banua.
“Kalsel dengan sinergi bersama seluruh pihak terkait, diharapkan wilayah Kalsel dapat mengurangi risiko dan dampak kebakaran hutan dan lahan di tahun ini,” tutupnya. (Erna Djedi/mc)
