WARTABANJAR.COM – Menikmati gorengan dan minuman manis telah menjadi kebiasaan umum saat berbuka puasa, memberikan sensasi nikmat setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Namun, kebiasaan ini tidak selalu baik bagi kesehatan. Saat berpuasa, kadar gula darah perlu dinaikkan secara perlahan usai tidak makan dan minum selama beberapa jam.
Menurut dr. Tan Shot Yen, ahli gizi masyarakat, peningkatan gula darah harus dilakukan secara perlahan agar tubuh dapat beradaptasi dengan baik. “Jadi, untuk menaikkan kadar gula darah itu harus pelan, tubuh kita juga perlu adaptasi,” ujar dr. Tan dalam pesan singkat kepada Inilah.com, Jakarta, Sabtu (8/3/2025).
Rekomendasi Menu Berbuka Sehat
dr. Tan menyarankan agar masyarakat menerapkan pola berbuka puasa yang lebih sehat. Berikut beberapa rekomendasi untuk berbuka puasa:
Awali dengan Air Putih atau Kurma:
Mengonsumsi air mineral segera setelah berbuka sangat penting untuk menghidrasi tubuh. Jika kesulitan menemukan kurma, bisa diganti dengan kelapa muda atau buah lontar. Hindari memulai dengan kue, gorengan, atau jajanan pasar.
Konsumsi Makanan Berkuah:
Sebelum makan berat, disarankan menyantap hidangan berkuah seperti soto atau sup. Makanan berkuah lebih mudah dicerna dan membantu tubuh beradaptasi secara perlahan terhadap asupan makanan.
Santap Makanan Bergizi Lengkap Setelah Maghrib:
Setelah menunaikan ibadah maghrib, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang bergizi lengkap. Hindari makanan tinggi gula karena dapat membuat Anda cepat kenyang secara tidak wajar. Pastikan menu utama mengandung gizi seimbang, terdiri dari sumber karbohidrat (seperti nasi, ubi, atau alternatif lainnya), protein, sayur, dan buah.

