Data Penderita HIV/AIDS di Kalsel Capai 786 Kasus

Pihaknya mengatakan dari 13 Kabupaten/Kota yang ada di provinsi Kalimantan Selatan, Kota Banjarmasin menduduki peringkat tertinggi jumlah penderita HIV/AIDS, sedangkan Kabupaten Batola menduduki peringkat terendah jumlah penderita HIV/AIDS.

Untuk menekan kejadian HIV/AIDS, maka dengan melakukan pengendalian efektif sangatlah penting dengan memperhatikan kebijakan/program yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang menjadi sasaran.

“Pemprov Kalsel dalam upaya penanganan pengendalian HIV/AIDS adalah dengan melaksanakan upaya pencegahan dan penanggulangan yang di atur dalam Peraturan Gubernur Nomor 71 tahun 2016 tentang pengendalian HIV/AIDS di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Dari sasaran kajian ini, diharapkan dapat tersusun Strategi pengendalian HIV/AIDS di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Dengan kajian yang dilakukan tim peneliti nantinya diharapkan dapat mengetahui faktor yang mendukung dan menghambat implementasi kebijakan dalam upaya pengendalian HIV/AIDS serta mengidentifikasi Strategi pengendalian HIV/AIDS di Provinsi Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (MC Kalsel)

Editor Restu