“Kilas balik sosok Adinegoro atau Jamaludin, bagaimana 11 elemen hal yang bisa diambil dari sosok beliau, Kegigihan dan tanggung jawab beliau dan diharapkan bisa diterapkan oleh kita yang memiliki minat berprofesi menjadi wartawan agar dapat menjadi Jurnalis berkualitas di masa depan,” tambahnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh mahasiswa lainnya, Legi mengatakan, tentunya senang bisa bertemu jurnalis-jurnalis hebat di sana, dapat belajar banyak tentang pers dan tokoh Adinegoro sendiri.
“Salah satu yang aku ingat dari materi Pak Syarafuddin, katanya penulis yang baik bukan dilihat dari kemampuan menulis. Namun menghapus. Biasanya cuman tahu nulis saja, ternyata harus bisa juga dalam memilah kata. Kalo pesan yang mau kita sampaikan ada 1 paragraf, tapi karena kita punya kemampuan ‘menghapus’ pesan, bisa aja pesannya disampaikan dengan 5 kata aja,” ucap Legi.
Ia berharap pelatihan ini bisa diadakan lagi di Banjarmasin, khususnya bagi aku mahasiswi Ilmu Komunikasi karena pelatihan ini cukup bermanfaat bagi dunia perkuliahanku.
“Kebetulan baru jadi anggota LMP jadi selama ini merasakan sudah sesuai dan sejalan dan semoga kedepannya terus seperti ini,” pungkasnya. (Riska)
Editor Restu







