Adegan selanjutnya saat dirumah, pelaku menghubungi korban melalui telepon dan menanyakan kepada korban apa salah pelaku ”kenapa pian kada mehirani ulun, ulun ada salah apa, lawan pian kenapa bepandir kasar sama ulun (kenapa kamu tidak menghiraukan saya ada salah apa dan berbicara kasar kepada saya)” kemudian di jawab oleh korban ”tidak ada” dan kemudian pelaku mematikan telpon tersebut.
Baca juga:Forum LLAJ Balangan Bahas Masalah Rambu Hingga Jalan Berlubang
Pada siang harinya pelaku kembali ke tempat kejadian atau toko milik korban dan pada saat itu pelaku melihat korban sedang mengasah 1 bilah pisau belati dan sambil berkata kepada pelaku “aku ni lain orangnya amun sudah terserahku, terserahku ai sudah mun handak ampih begawe ampih, ikam ni sedikit-sedikit tersinggung aku kada beurus urusanmu aku handak meurusi keluargaku aja (aku ini beda orangnya kalau sudah terserahku ya terserahku, kalau mau berhenti bekerja berhenti, kamu ini sedikit-sedkiit tersesinggung aku tidak mau ngurusin urusan kamu, aku mau mengurus keluargaku saja)” dan dan ketika itu pelaku merasa kesal dan marah.
Korban kemudian meletakkan pisau yang sudah diasahnya di dekat meja.
Usai mengasah pisau, korban berlalu didepan pelaku, pelaku kemudian mengambil pisau tersebut, mendekati korban seraya memeluk korban dari arah depan dan menusukkanya ke bagian punggung korban.
Pelaku dan korban kemudian terjatuh dengan posisi pelaku menindih tubuh korban.
Pelaku kembali menyayatkan pisau tersebut ke lengan kiri korban sementara itu korban berusaha menangkis.
Saksi AM yang mendengar teriakan minta tolong dan melihat korban HL dengan posisi di tindih oleh pelaku yang sedang memegang pisau ditangan kanan dan berusaha menusuk korban, pelaku AM berhasil mengambil pisau ditangan pelaku dan membuangnya kesamping kanan.
Saksi Lain yaitu JA juga mendengar teriakan minta tolong dan melihat saksi AM berusaha pelaku yang sedang menindih dan berusaha menusuk korban, kedua saksi kemudian menjauhkan pelaku dari tubuh korban lalu keduanya membantu mengangkat korban ke mobil Ambulance.
Terdapat 17 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi tersebut, kemudian dibacakan kembali dan diperlihatkan foto-foto adegan kepada yang terlibat dalam rekonstruksi, dan mereka masing-masing menyatakan setuju serta membenarkan semua adegan dan foto yang terlampir pada Berita Acara Pemeriksaan Rekonstruksi tersebut. (Ernawati/hms)







