Puskesmas juga menggandeng kader kesehatan desa dalam Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (Juru Pemantau Jentik)
Program ini bertujuan untuk memastikan setiap rumah tangga memiliki peran aktif dalam memantau dan memberantas jentik nyamuk khusunya nyamuk penyebab DBD
Sementara itu, penggunaan bahan kimia seperti fogging akan menjadi opsi terakhir dalam pengendalian nyamuk.
“Fogging hanya akan dilakukan jika benar-benar diperlukan atau penggunaan diberikan secara selektif karena kami juga mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan makhluk hidup lainnya,” tambahnya.
Dalam upaya deteksi dini, Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan telah menganggarkan pengadaan alat Rapid Diagnostic Test (RDT) di semua Puskesmas.
Alat ini memungkinkan pemeriksaan cepat untuk mendeteksi kasus DBD dan Malaria lebih awal.
“Dengan adanya tes cepat ini, kami berharap kasus DBD dan Malaria dapat terdeteksi lebih dini sehingga pasien bisa segera mendapat pengobatan yang tepat. Penanganan lebih awal juga dapat mencegah penyebaran penyakit ke masyarakat yang lebih luas,” jelas H Hasmi.(Alfi)
Editor Restu







