Komandan Wing Tempur ke-354, Kolonel Paul Townsend, menyatakan jet itu mengalami “kerusakan saat terbang”.
“Saya dapat meyakinkan Anda bahwa Angkatan Udara Amerika Serikat akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memahami penyebab kejadian ini dan mencegahnya terjadi lagi,” ujar Townsend dalam pernyataan resmi, seperti dikutip dari Reuters.
Mengenai penyebab jatuhnya jet tempur, masih menunggu investigasi lebih lanjut.
F-35 merupakan jet tempur generasi kelima yang dikembangkan oleh Lockheed Martin.
Pesawat ini menjadi program pertahanan paling mahal dalam sejarah AS, dengan Pentagon mengalokasikan sekitar USD 1,7 triliun (Rp 26 ribu triliun) untuk pengadaan dan operasional hingga beberapa dekade ke depan.(berbagai sumber)
Editor Restu







