Namun, ketika kembali ke kebun, Ino sudah tidak ada di tempat. Warga Desa Atiran yang turut melakukan pencarian hingga kini belum berhasil menemukan korban.
Meski pencarian belum membuahkan hasil, BPBD HST dan warga tetap berharap ada petunjuk yang bisa mengarah pada keberadaan Ino.
“Kami terus berupaya semaksimal mungkin, sambil meminta doa dari semua pihak agar pencarian ini segera menemukan hasil,” ujar Akhmad Apandi.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad