Syaiful Bahri Terpilih Kembali Pimpin NU Balangan

Selain komunikasi, Syaiful juga mendorong kolaborasi lintas banom dan lembaga di bawah NU, seperti Muslimat NU, Fatayat NU, Ansor, IPNU-IPPNU, LBM NU, LAZISNU, LP Ma’arif, LDNU,dll. Menurutnya, sinergi ini sangat penting untuk menjalankan program secara menyeluruh.

“Setiap badan otonom dan lembaga-lembaga di bawah NU memiliki peran strategis. Jika kita bergerak bersama, maka dampaknya akan lebih besar dan merata, terutama dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi dll” tambahnya.

Salah satu langkah yang akan diambil adalah penguatan kaderisasi. Syaiful menilai pentingnya mencetak kader NU yang tidak hanya paham soal keorganisasian, tetapi juga memahami ajaran ahlusuuah wal jamaah (aswaja) secara sempurna sehingga mampu menjadi pemimpin di masyarakat

Ia berencana mengadakan pelatihan kepemimpinan dan peningkatan kapasitas bagi para kader di semua tingkat.

“Kader NU adalah tulang punggung organisasi. Kita harus memastikan mereka memiliki bekal yang cukup untuk melayani umat,” katanya.

Dengan fokus pada kolaborasi internal, Syaiful Bahri berharap NU Balangan dapat menjadi organisasi yang lebih solid dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kekuatan terbesar NU ada di akar rumput. Jika kita bersatu dan saling mendukung, tidak ada tantangan yang tidak bisa kita hadapi,” tutupnya.(Alfi)

Editor Restu