Harga telur, meski naik sedikit, masih dianggap terjangkau oleh kalangan masyarakat menengah ke bawah.
Ia menjelaskan bahwa harga telur berkisar antara Rp28.000 hingga Rp30.000 per kilogram.
Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh biaya pakan ternak seperti jagung yang semakin mahal.
“Kami berharap pemerintah kembali memberlakukan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng demi menjaga kestabilan harga,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa HET sangat penting untuk mencegah lonjakan harga yang tidak terkendali.
Sebagai produsen kelapa sawit terbesar dunia, Indonesia harus memanfaatkan posisi strategisnya.
Ngadiran mengusulkan produsen minyak goreng menyisihkan 25-30 persen produksi untuk kebutuhan lokal tanpa subsidi pemerintah. (Berbagai sumber)







