Banjir Rendam Ruang Kelas MIS Nurul Huda Gambut, Siswa Terpaksa Belajar dari Rumah

Sebagai alternatif, pihak sekolah memulai pembelajaran daring menggunakan platform Google Meet. Langkah ini dilakukan untuk memastikan siswa tetap mendapatkan pembelajaran meskipun kondisi tidak memungkinkan untuk hadir secara langsung di sekolah.

“Kalau air belum surut atau bahkan naik, pembelajaran daring akan terus kami laksanakan,” tambahnya.

Kekhawatiran Terhadap Dampak Banjir
Misdawati mengungkapkan bahwa keputusan ini juga diambil untuk mencegah risiko kecelakaan.

“Anak-anak bisa terganggu konsentrasinya dan malah bermain air. Kami khawatir ini bisa berujung bahaya, seperti tenggelam,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengkhawatirkan dampak banjir yang dapat merusak fasilitas sekolah. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih untuk mengatasi masalah ini, seperti memperbaiki sarana sekolah dan membersihkan saluran drainase.

“Dampak banjir ini sangat merugikan. Selain mengganggu proses belajar, fasilitas sekolah juga bisa rusak,” pungkasnya.(Wartabanjar.com/Iqnatius Aprianus/Riska)

editor: nur muhammad