Mendikdasmen Tegaskan: Tidak Ada Libur Ramadan, Fokus pada Pembelajaran Religius

Sekolah tetap masuk penuh dengan penyesuaian jadwal dan aktivitas.
Kebijakan ini bertujuan untuk tetap menjaga aktivitas belajar sambil memberikan ruang untuk menjalankan ibadah dengan khusyuk.

Inspirasi dari Era Gus Dur

Wacana ini mengingatkan pada kebijakan era Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di mana sekolah diliburkan selama Ramadan dengan fokus pada kegiatan keagamaan. Namun, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa saat ini pendekatan yang dipilih adalah integrasi pembelajaran dengan nilai-nilai Ramadhan, bukan libur total.

“Kami ingin pembelajaran selama Ramadan menjadi momen untuk memperkuat karakter dan nilai religius,” tegasnya.

Keputusan Akhir Tunggu SE Resmi

Mu’ti meminta masyarakat bersabar menunggu Surat Edaran yang akan segera diterbitkan sebagai panduan resmi.

“Kami akan segera merilis kebijakan final setelah semua mekanisme selesai disusun. Mohon semua pihak menunggu SE keluar,” pungkasnya.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)

editor: nur muhammad