“Saya melambaikan tangan ke rekan saya
sebagai isyarat agar menepi di depan mobil saya. Setelah itu, saya turun dari mobil untuk menyerahkan kunci Fuso kepada rekan saya. Saya sama sekali tidak memperhatikan keberadaan anak-anak di sekitar mobil saya,” jelas Hendri.
Sebelumnya kabar penculikan muncul saat Nur (10) pelajar kelas 4 SD mengaku kepada orangtua siswa dipanggil sopir Avanza putih.
Joko (60) dan Dewi (48) melihat Nur terlihat ketakutan berlari dari arah Bundaran Obor menuju sekolah.
Nur mengaku bahwa sebuah mobil Avanza putih berhenti di.depannya, dan pengemudinya melambaikan.tangan sambil berkata, “Sini.” Merasa takut, Nur
segera berlari kembali ke arah sekolah.
Joko menambahkan, ia sempat melihat mobil tersebut melaju perlahan menuju arah Kalimantan Timur. Atas informasi ini, Dewi, istri Joko, menyebarkan peringatan di grup WhatsApp orang tua siswa agar lebih waspada.
Kapolsek Murung Pudak, Iptu Heri Siswoyo, mengapresiasi masyarakat yang sigap
menyampaikan informasi, seraya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan mendampingi anak-anak saat berangkat dan pulang sekolah,” ungkapnya.(humas)
Editor Restu







