Korban menerima tantangan tersebut, meski telah diperingatkan oleh seorang saksi agar tidak mengikuti duel karena memiliki riwayat penyakit kejang-kejang.
“Namun, korban tetap pergi ke lokasi duel di sebuah kebun karet di belakang kompleks perumahan di Pembataan,” tambah Joko.
Perkelahian berlangsung singkat, hanya sekitar tiga menit, sebelum korban tiba-tiba mengalami kejang-kejang. Pelaku dan saksi lainnya berusaha menolong dengan mendudukkan korban yang sudah tidak sadarkan diri.
Korban kemudian dibawa ke rumah salah satu saksi, namun kondisinya semakin memburuk. Setelah diperiksa di RSUD Badaruddin Kasim, korban dinyatakan meninggal dunia.
Pemeriksaan dan Tindakan Polisi
Saat ini, pelaku beserta para saksi sedang menjalani pemeriksaan di Polres Tabalong untuk mengungkap kronologi kejadian secara lengkap.
“Kami masih mendalami keterangan dari pelaku dan para saksi untuk memastikan detail kejadian ini,” pungkas Joko.
Kasus ini menjadi perhatian publik, khususnya di Tabalong. Konflik remaja yang berujung pada hilangnya nyawa menjadi pelajaran berharga akan pentingnya pengelolaan emosi dan penyelesaian konflik secara damai.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







