Mengenang 20 Tahun Dahsyatnya Tsunami Aceh: Zikir, Doa dan Tausyiah AA Gym di Masjid Raya Baiturrahman

Tsunami ini juga menjadi titik balik sejarah Aceh. Pada 15 Agustus 2005, Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menandatangani MoU Helsinki, mengakhiri konflik bersenjata selama 30 tahun.

Penghargaan dan Santunan
Dalam peringatan ini, Pemerintah Aceh memberikan penghargaan kepada duta besar dari negara-negara yang berperan besar dalam pemulihan Aceh, seperti Malaysia, Jepang, Kuwait, India, hingga Amerika Serikat. Penghargaan juga diberikan kepada para penyintas tsunami yang menunjukkan ketangguhan luar biasa.

Selain itu, santunan dan paket pendidikan diserahkan kepada 300 anak yatim, sebagai simbol kepedulian terhadap generasi penerus.

“Bencana ini adalah takdir Allah dengan hikmah yang mendalam. Kita jadikan momen ini untuk memperkuat keimanan, memperbaiki hubungan dengan Sang Khalik, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” ujar Safrizal menutup sambutannya.

Peringatan 20 tahun tsunami Aceh bukan sekadar mengenang tragedi, tetapi juga menjadi momen refleksi atas nilai-nilai kebersamaan, ketangguhan, dan keimanan yang terus hidup di hati masyarakat Aceh.(Wartabanjar.com/Beritasatu.com)

editor: nur muhammad