Stasiun Kereta Whoosh Karawang Resmi Beroperasi, Dorong Ekonomi dan Efisiensi Transportasi
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, KARAWANG - Selasa (24/12/2024) Stasiun Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) atau stasiun kereta cepat Whoosh Karawang resmi beroperasi.
Nantinya, stasiun ini melayani dua rute utama, Karawang-Halim dan Karawang-Bandung.
Adapun tarifnya untuk kelas premium ekonomi mulai dari Rp untuk rute Karawang-Halim, dan sebesar 175.000 rute Karawang-Bandung.
Kemudian tarif kelas bisnis dan first class masing-masing Rp 450.000 dan Rp 600.000.
Peresmian operasional stasiun ini dihadiri Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Menurut AHY, dengan beroperasinya Stasiun KCIC Karawang akan menjadi langkah strategis meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di kawasan industri Karawang.
Baca juga:BNNP Klaim Peredaran Narkoba di Kalsel Alami Penurunan, 14 Desa Masih Berstatus Bahaya
"Karawang memiliki potensi ekonomi yang luar biasa, termasuk sebagai pusat kawasan industri internasional. Dengan beroperasinya stasiun ini, kami berharap nilai ekonomi Karawang akan semakin meningkat, baik melalui akses ke Jakarta maupun Bandung," ujar AHY.
Setiap hari, Stasiun KCIC Karawang akan melayani 20 perjalanan kereta cepat, yang terbagi rata untuk rute Karawang-Halim dan Karawang-Bandung.
Pemerintah menargetkan stasiun kereta cepat Whoosh Karawang ini dapat melayani 3.000 hingga 5.000 penumpang setiap hari, dengan potensi peningkatan menjadi belasan ribu penumpang setelah infrastruktur pendukung terintegrasi sepenuhnya.
Beroperasinya Stasiun KCIC Karawang disambut baik oleh masyarakat setempat.
Banyak yang menilai kereta cepat ini sebagai moda transportasi yang efisien dan menjadi alternatif perjalanan yang lebih nyaman.
Salah satu pengguna kereta cepat Adi, merasa terbantu dengan adanya stasiun baru ini.
"Ini sangat bagus. Sekarang masyarakat Karawang punya pilihan untuk langsung ke Bandung tanpa harus berangkat dari Halim. Harganya juga lebih murah dibandingkan dari Jakarta," ungkapnya dilansir Beritasatu.com.
Adi menambahkan, kehadiran stasiun ini memberikan fleksibilitas bagi warga Karawang dan sekitarnya untuk memanfaatkan kereta cepat sebagai moda transportasi utama.
Pemerintah menargetkan penyelesaian infrastruktur pendukung, termasuk akses jalan menuju Stasiun KCIC Karawang, pada Juli 2025.
Hal ini mencakup akses dari kawasan industri Karawang hingga Delta Mas, Cikarang.
Dengan rampungnya akses ini, diharapkan mobilitas menuju stasiun semakin lancar dan jumlah penumpang terus meningkat.
AHY pun dengan optimistis bahwa kehadiran stasiun kereta cepat Whoosh Karawang akan memberikan manfaat besar, tidak hanya untuk Karawang tetapi juga untuk perkembangan transportasi nasional secara keseluruhan.
"Kereta cepat ini bukan hanya alat transportasi, tetapi juga penggerak ekonomi dan pembangunan. Dengan sinergi yang baik, kita bisa menghadirkan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat," ujar AHY saat resmikan stasiun kereta cepat Whoosh Karawang. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi