WARTABANJAR.COM, MANOKWARI – Operasi gabungan TNI-Polri berhasil menembak mati salah satu anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) di Kampung Meyah Lama, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Minggu (22/12/2024). DPO tersebut, Marthen Aikinggin, diketahui sebagai komandan KKB Papua Batalyon Moskona dan dalang pembunuhan empat pekerja jalan Trans Bintuni-Maybrat pada 29 September 2022. BACA JUGA:Personel TNI-Polri Tembak Mati Satu Anggota KKB Operasi Gabungan dan Penangkapan Operasi gabungan melibatkan personel Kompi C Brimob Teluk Bintuni, Resmob Polres Teluk Bintuni, Yonif 763/Sanetia Buerama Amor, serta Satgas Yonif 642/Kapuas. Pasukan mulai bergerak sejak 15 Desember 2024 dari Kampung Argosigemerai SP 5, Teluk Bintuni, dan melalui perjalanan sulit dengan berjalan kaki melewati Gunung Meyerga, Kali Biru, hingga mencapai Kali Cempedak. Pada 18 Desember 2024, tim berhasil memantau keberadaan Marthen Aikinggin di sekitar pos KKB di Kampung Meyah Lama. Kontak Senjata dan Korban Kontak senjata terjadi pukul 08.00 WIT, menewaskan Marthen Aikinggin. Tim gabungan kemudian mengevakuasi jasadnya beserta sejumlah barang bukti, termasuk laptop, handphone, dan senjata tajam. Namun, perjalanan operasi tidak berjalan tanpa kendala. Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, Iptu Tomi Samuel Marbun, sempat tergelincir dan hanyut terbawa arus di Kali Rawara. Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap Iptu Tomi masih dilakukan. Dalang Kejahatan Besar Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Ongky Isgunawan, menjelaskan bahwa Marthen Aikinggin terlibat dalam sejumlah kejahatan besar, termasuk pembunuhan brutal empat warga sipil pada 2022. "Tindakan tegas terhadap Marthen Aikinggin merupakan bagian dari upaya memberantas KKB Papua yang terus menebar ancaman terhadap keamanan warga sipil dan aparat," ujar Kombes Pol Ongky. Operasi ini menunjukkan komitmen TNI-Polri dalam menindak tegas KKB Papua yang kerap mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Papua Barat. Dengan langkah ini, diharapkan situasi di Teluk Bintuni dan sekitarnya dapat kembali kondusif demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad