Kepala Divisi Pengendalian Operasi Layanan Navigasi Penerbangan AirNav Indonesia, Muji Subagyo mengatakan, bandar udara yang masuk dalam resiko di kondisi cuaca ekstrem terjadi di seluruh bandara.
Namun, terdapat beberapa bandara yang mendapatkan perhatian khusus, salah satunya Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
“Hampir di seluruh bandar udara soal resiko cuaca ekstrem, ada Papua, Kalimantan, Sumatera. Namun, ada beberapa bandara yang jadi perhatian khusus, ada Jakarta yakni , Yogyakarta dan Ngurah Rai, Bali,” katanya, dikutip Minggu, 22 Desember 2024.
Pihaknya pun melakukan mitigasi dengan berkoodinasi bersama BMKG untuk memastikan dan memperbarui informasi mengenai prediksi cuaca buruk yang akan terjadi.
“Kita koordinasi dengan BMKG, jadi nanti akan kita sinkronkan dengan perkembangan BMKG, memberikan informasi atau aduan peringatan, baik soal arah angin, hujan, dan juga petir,” tandasnya. (berbagai sumber)
Editor Restu













