Penyerangan ke Warga Rempang Kembali Terjadi, Anggota DPR Prihatin

 

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Bentrokan terjadi lagi antara warga di Pualau, Rempang, Batam, Kepulauan Riau dengan petugas keamanan PT Makmur Elok Graha (PT MEG) yang sedang berkepentingan akan menggarap proyek di pulau tersebut.

Kerusuhan di Pulau Rempang terjadi pada Rabu (18/12) dini hari di mana puluhan orang menyerang sejumlah posko warga di Kampung Sembulang Hulu dan Kampung Sei Buluh, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang.

Baca juga:Sebarkan Berita Ustadz Somad Diamankan Terkait Kasus Rempang, Dua Pria Diciduk Polisi

Akibat kejadian ini, 8 orang warga mengalami luka-luka, satu di antaranya kritis. Bahkan ada seorang warga terkena anak panah.

Selain korban luka, belasan kendaraan bermotor milik warga dilaporkan rusak akibat serangan tersebut. Posko-posko milik warga juga mengalami kerusakan serius.

Terkait kejadian itu, anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta Polri untuk memastikan stabilitas dan keamanan di Pulau Rempang, Kota Batam, Kepri pasca bentrokan itu. Ia menegaskan aparat harus memastikan kerusuhan tidak kembali terjadi.

“Kami turut prihatin atas kerusuhan yang terjadi di Rempang dan meminta kepada aparat keamanan untuk melakukan perlindungan kepada warga karena hal itu merupakan tugas kepolisian,” kata Abdullah, Jumat (20/12).

Berawal pencopotan spanduk

Sebagai informasi, konflik Rempang berawal dari adanya oknum yang diduga perwakilan PT MEG mencabut spanduk penolokan warga tentang Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City di wilayah Sembulang. Oknum pekerja PT MEG merusak spanduk penolakan warga itu kemudian diserahkan ke polisi.

Sebelum polisi datang ke lokasi, terjadi cekcok antara warga dan orang dari PT MEG yang datang hendak menjemput teman mereka.

Setelah polisi datang untuk mediasi, warga merasa belum puas karena selama ini selalu mendapat intimidasi. Sehingga cekcok pun berlanjut hingga adanya bentrok tersebut.

Baca juga:Legislator Ini Dukung Komnas HAM Usut Penembakan Gas Air Mata di Rempang

Abdullah menilai Pemerintah harus segera mengambil langkah strategis dalam menyelesaikan konflik ini.