Kamrani memastikan, pihaknya akan mengevaluasi penyebab kurangnya minat terhadap aset tersebut guna mengoptimalkan proses lelang berikutnya.
“Kami rencanakan untuk membuka kembali lelang pada awal 2025 agar aset-aset tersebut bisa terserap lebih baik,” tambahnya.
Adapun dana yang terkumpul dari hasil lelang ini telah disalurkan ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).
BACA JUGA:BNNK Balangan Paparkan Capaian P4GN dan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih Narkoba
Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan berbagai program strategis yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Balangan.
“Hasil lelang ini kami harapkan dapat menjadi salah satu sumber pendanaan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Kamrani.(Wartabanjar.com/Alfi)
editor: nur muhammad







