WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Insiden pembacokan yang dipicu oleh konflik pekerjaan pemungutan sampah terjadi di Jalan Simpang Limau Ujung Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin, Minggu (3/11/2024).
Peristiwa yang berlangsung pada dini hari tersebut mengakibatkan dua korban luka parah yang kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Ulin Banjarmasin.
BACA JUGA:Kronologi Penganiayaan Ayah dan Anak di Jalan Belitung, Hanya Karena Adu Pandangan
Kronologi Kejadian
Pelaku SU, seorang buruh harian lepas, menyerang Sarmani (45) dan keponakannya, Arsyad (17), menggunakan parang setelah perselisihan soal pembagian waktu kerja pemungutan sampah di lingkungan setempat.
“Kami datang sesuai jadwal malam yang sudah diatur ketua RT,” ungkap Sarmani. Namun, pelaku yang merasa tidak terima langsung menyerang tanpa peringatan.
Arsyad, yang hanya berniat melerai, ikut menjadi korban. Lengan Arsyad nyaris putus akibat bacokan pelaku, sementara Sarmani menderita luka serius di beberapa bagian tubuhnya.
Bantahan Mengeroyok
Menanggapi kabar yang menyebut korban merusak gerobak dan motor pelaku, Sarmani membantah tegas.
“Kami tidak mengeroyok atau merusak motor pelaku. Saya hanya ingin membela diri,” ujarnya.
Kakak korban, Lidya (40), menuntut agar pelaku dihukum berat atas tindakannya. “Adik-adik saya terluka parah. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Lidya.
Konflik Berulang
Menurut Sarmani, kejadian ini bukan yang pertama kali. “Sebelumnya pelaku sudah dua kali marah-marah tanpa alasan yang jelas,” katanya. Bahkan, sampah sengaja dibiarkan berserakan oleh pelaku sebagai bentuk protes.