Juru mudi kapal “Podo Lancar” Kastari mengungkapkan bahwa peristiwa tenggelamnya kapal yang ditumpangi dirinya bersama 16 anak buah kapal itu terjadi pada Jumat (6/12) sekitar pukul 01.00 WIB.
Saat itu, kata dia, kondisi kondisi gelombang di perairan sedang saja dan angin tidak begitu kencang namun terjadi turun hujan.
“Saat itu kami sedang menurunkan jangkar untuk menangkap ikan. Namun, tiba tiba, bagian belakang kapal tiba-tiba amblas tenggelam seperti ditarik sesuatu,” katanya.
Melihat kondisi yang berbahaya itu, kata dia, dirinya bersama belasan anak buah kapal bergegas merangkai beberapa alat pelampung seperti ban, dan gabus tutup palka sepanjang 90 meter.
Baca juga:Waspada 8 Wilayah di Kalsel Bercuaca Ekstrem Kamis 5 Desember 2024, BMKG: Hujan Petir Turun Siang
“Dengan alat pelampung itu, kami terombang-ambing selama sekitar empat jam dan bisa terselamatkan setelah ada kapal nelayan lain yang tidak jauh dari peristiwa tenggelamnya kapal kami,” katanya.(pwk)
Editor: purwoko







