Baca juga:Ajax Buka Musim dengan Pesta 5 Gol Tanpa Balas ke Gawang Tim Promosi
Ia juga mendesak Pemerintah Belanda bertindak cepat dan meminta otoritas setempat “bergerak cepat melawan para perusuh” dan melindungi warga Israel, demikian laporan Anadolu yang dilansir antara.
Sementara itu, ketua urusan luar negeri Israel Gideon Sa’ar dipastikan akan segera melakukan kunjungan ke Belanda pada Jumat.
Dalam kunjungan itu, Sa’ar akan bertemu Menlu Belanda Caspar Veldkamp dan pejabat setempat serta warga Israel di Amsterdam dan komunitas Yahudi Belanda.
Sembari memastikan 10 warganya terluka, otoritas hubungan luar negeri Israel juga meminta warga Israel yang masih ada di Amsterdam untuk tetap tinggal di hotel masing-masing.
Koran Amsterdam Het Parool melaporkan pada Kamis bahwa dua orang telah ditangkap menyusul kericuhan di Lapangan Dam, meski identitas kedua orang tersebut tak disebutkan.
Menyusul kerusuhan tersebut, sejumlah kawasan di Amsterdam ditetapkan sebagai “zona berisiko”, sehingga memberi wewenang kepada polisi untuk melakukan razia, demikian laporan Dutch News.
Selain itu, dilaporkan bahwa Wali Kota Amsterdam Femke Halsema telah mengakui, meski tak ada dasar hukum untuk melarang suporter Maccabi hadir di Amsterdam, agresi Israel di Palestina memicu ketegangan.
Baca juga:Tak Sepaham Sikapi Gaza, Benjamin Netanyahu Pecat Menteri Pertahanan
Halsema juga telah melarang unjuk rasa pro-Palestina di dekat Johan Cruijff Arena untuk mencegah potensi kerusuhan lanjutan serta mendesak suporter klub Ajax untuk menghindari provokasi.
Kepolisian Amsterdam pada Rabu (6/11) menyatakan telah menerjunkan personel tambahan untuk mengurangi ketegangan di sejumlah kawasan dan telah bertindak atas sejumlah insiden, termasuk meredakan ketegangan antara supir taksi dengan pengunjung kota.(pwk)







