Lebih dari 60 pelajar Indonesia penerima beasiswa dari ASFA Foundation turut menjadi wisudawan. Lebih membanggakannya lagi, ketika Al-Azhar memberikan penghargaan kepada 100 alumni terbaik dari berbagai negara, peraih nilai tertinggi merupakan wisudawan penerima beasiswa ASFA Foundation yang berasal dari Indonesia.

Kaderisasi yang terencana dalam memberikan beasiswa program S1, S2 dan S3 dalam rangka penguatan lembaga pendidikan dan institusi di Indonesia dilakukan ASFA Foundation.
Pada 2024 ini misalnya, 62 orang lulus program S1 dari Universitas Al-Azhar Kairo dan akan kembali ke 42 lembaga pendidikan/pesantren/institusi, menyebar di 32 daerah di Indonesia.
“Para sarjana itu akan memperkuat mutu pendidikan di lembaganya, membawa risalah wasatiyyat Islam, ilmu pengetahuan, dan menjadi aset bangsa Indonesia. Apabila lembaga- lembaga pendidikan dan institusinya kuat, maka akan melahirkan SDM unggul yang berkualitas,” kata Ketua ASFA Foundation Komjem Pol (Purn) Dr Syafruddin Kambo.
Lazis ASFA pada 2024 juga telah meluluskan 105 sarjana dan santri dari lembaga pendidikan di dalam dan luar negeri yaitu, program S3 (11 orang), S2 (11 orang), S1 (74 orang) dan Pelajar/Santri 9 orang.
Pada 2023 lalu, Lazis ASFA telah meluluskan 83 orang masing masing program S3 (11 orang), S2 (15 orang), S1 (46 orang) dan Palajar/santri 11 orang.
“Jika pola kaderisasi by desain, terstruktur dan terpola dengan baik, dijalankan oleh seluruh komponen masyarakat, lembaga filantropi dan bersama kementerian terkait, maka Indonesia emas tahun 2045 akan terwujud menghasilkan sumber daya manusia yang benar-benar unggul,” tandas Syafruddin Kambo. (berbagai sumber)
Editor Restu







