Gara-gara ini, Rusia Denda Google Senilai 20 Desiliun Dolar

Pelarangan tersebut membuat Google mendapatkan denda lebih lanjut.

Google membatasi pembuatan akun baru untuk pengguna Rusia pada bulan lalu dan juga menonaktifkan akun AdSense di negara tersebut pada Agustus.

Iklan online juga tidak ditayangkan kepada pengguna Google di Rusia sejak Maret 2022 sebagai bagian dari sanksi yang lebih luas terhadap negara tersebut.

Pembatasan ini mendorong pihak berwenang Rusia menyita rekening bank Google, sehingga memaksa anak perusahaan Google di Rusia mengajukan pailit.

Meski demikian, layanan gratis Google, termasuk YouTube dan Search, tetap beroperasi di Rusia.

Tanggapan Google

Google mengakui masalah hukum yang sedang berlangsung di Rusia ini dalam laporan keuangan triwulan terbarunya.

“Kami memiliki masalah hukum yang sedang berlangsung yang berkaitan dengan Rusia,” kata perusahaan itu dalam laporannya, dikutip dari The Independent.

“Sebagai contoh, keputusan perdata yang mencakup hukuman yang diperberat telah dijatuhkan kepada kami sehubungan dengan perselisihan mengenai penghentian akun, termasuk akun-akun dari pihak-pihak yang terkena sanksi,” lanjutnya.

Namun, Google yakin masalah hukum yang tengah terjadi ini akan terlalu berdampak secara material.

Denda ini tampaknya tidak berdampak pada induk perusahaan Google, Alphabet, yang mengalami peningkatan lebih dari 5 persen pada perdagangan after-market di hari Selasa (29/10/2024) lalu setelah melampaui ekspektasi pendapatan di kuartal ketiga. (berbagai sumber)

Editor: Yayu