Negara-negara ini secara kolektif mengecam berbagai serangan terhadap pangkalan UNIFIL dan mendesak Israel untuk mengambil langkah-langkah pencegahan guna memastikan tidak ada insiden serupa terjadi lagi.
Meski Israel telah meminta UNIFIL untuk memerintahkan pasukannya mundur sejauh 5 km dari perbatasan Israel-Lebanon, yang berarti meninggalkan semua posisi UNIFIL di Lebanon selatan, semua negara kontributor misi tersebut menolak.
Baca juga:Disebut Pengganti Ismail Haniyeh di Hamas, Yahya Sinwar Kini Jadi Target Utama Israel
Kementerian Pertahanan Italia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kesimpulan utama dari pertemuan tersebut adalah keinginan bersama untuk memberikan tekanan politik dan diplomatik penuh pada Israel, sehingga tidak terjadi insiden lebih lanjut.
Sementara itu, pernyataan tersebut juga menekankan bahwa Hizbullah tidak dapat menggunakan personel UNIFIL sebagai perisai dalam konteks konflik.
Seruan tersebut menyusul serangkaian serangan IDF terhadap posisi UNIFIL di Lebanon selatan sejak 9 Oktober, yang mengakibatkan sejumlah pasukan penjaga perdamaian terluka.(pwk)
Editor: purwoko







