Gunung Merapi di DIY-Jateng Alami 32 Guguran Lava, Terjauh hingga 1,8 Km

Saat ini, Gunung Merapi masih berada di Level III (Siaga), dan potensi bahaya utama berasal dari guguran lava serta awan panas yang dapat terjadi kapan saja.

Berdasarkan data pengamatan, suplai magma masih terus berlangsung, meningkatkan risiko terjadinya awan panas guguran di wilayah potensi bahaya, terutama di sektor selatan-barat daya meliputi aliran Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.

“Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya lontaran material vulkanis jika terjadi letusan eksplosif, yang dapat menjangkau hingga radius 3 km dari puncak,” lanjutnya.

BPPTKG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di wilayah potensi bahaya dan agar selalu waspada terhadap bahaya lahar serta awan panas guguran, terutama saat hujan terjadi di sekitar Gunung Merapi.

Baca juga:Warga Lereng Gunung Merapi Waswas karena Sering Erupsi

Selain itu, warga juga diminta untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jika ada perubahan signifikan dalam aktivitas vulkanis, BPPTKG akan segera melakukan evaluasi ulang terhadap status siaga Gunung Merapi.(pwk)

Editor: purwoko