Curhat Petani Balangan Hadapi Penyakit Antraknosa di Tanaman Cabai

Tapi perlu diingat cara itu juga tidak menjamin akan menghentikan penyebaran antraknosa, paling tidak mengurangi.

Salah satu petani Balangan, Khairullah, mmenceritakan pengalamannya hampir semua cabai keriting yang ia tanam terkena serangan antraknosa.

Akibatnya, Khairullah lebih memilih untuk mencabut semua tanaman cabai keritingnya dibandingkan dirinya mengalami kerugian.

“Dulunya antraknosa pernah menyerang hampir semua buah cabai keriting saya, kalau sudah  antraknosa buah, pasti tidak bisa di jual lagi,” ujarnya.

Setelah itu rutin melakukan penyemprotan dengan harapan antraknosa bisa hilang, dirinya pun lebih memilih untuk mencabut semua tamamanannya.

“Yah, lebih baik saya cabut saja, dari pada rugi untuk melakukan penyemprotan. Karena obat untuk antraknosa itu juga terbilang mahal,” curhatnya.

Kata dia, kalau penyebaran antraknosa sampai ke seluruh tanaman, otomatis petani itu mengalami kerugian. Karena tidak bisa di panen.

“Antraknosa memang merupakan penyakit yang sangat serios, seharusnya harus di tangani lebih awal melalui pencegahan, juga salah satu penyebab yang membuat penyebaran antraknosa begitu cepat yakni curah hujan yang tinggi,” tutupnya. (alfi)

Editor: Erna Djedi